Tuesday, February 20, 2024

KHUTBAH JUMAAT MANFAATKAN BULAN SYA’BAN KARENA BELUM TENTU KITA BERJUMPA RAMADHAN

 

KHUTBAH JUMAAT

MANFAATKAN BULAN SYA’BAN

KARENA BELUM TENTU KITA BERJUMPA RAMADHAN
 



Oleh: Tgk. Ilham Mirsal, S.Pd.I,. MA.

(Penulis Merupakan Alumni Dayah Madinatuddiniya Babusa’adah/ Wakil Ketua IKABAS)

 

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

اعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِقُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

موت الفجأة راحة للمؤمن وأخذة أسف للكافر  وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

Mengawali Khutbah kita pada kesempatan yang sangat mulia ini, khatib mengajak kita semua untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ubudiyah kita kepada Allah SWT, atas berbagai kesempatan, kenikmatan yang Allah berikan kepada kita semua, tidak ada alasan untuk tidak terus berta’abud kepada-Nya. Shalwat beriringan salam, mari sama-sama kita aturkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad saw, semoga dihari kebangkitan kelak, kita semua mendapatkan syafa’at dari Baginda Nabi, Aamin Ya rabbal ‘alamin...

Ma’asyaral muslimin rahimakumullah...!

Pada kesempatan yang ringkas ini, mari sama-sama kita dengar sebuah mau’idahah hasanah, dengan tema; MEMANFAATKAN BULAN SYA’BAN, KARENA BELUM TENTU KITA BERJUMPA RAMADHAN.

Jamaah Jumaat yang di muliakan oleh Allah SWT...

Senada dengan tema diatas, Rasulullah swa bersabda dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah mewasiatkan kepada kita semua, “jaga 5 perkara sebelum datang 5 perkara”, salah satu poinnya, “...jalah hidupmu sebelum datang masa maut menjemput mu”.

حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِك

Artinya: "... hidupmu sebelum datang matimu." (HR Al Hakim).

Hadits diatas merupakan hadits shahih menurut Syaik Al-Albani dan Syekh Al-Iraqi, dan juga dikuatkan imam Adz-Dzahabiy dalam at-Talkhsh dengan merujuk pada syarat yang yang ditentukan oleh Bukhari dan Muslim.

Nasehat Rasulullah dalam hadits ini, mengingatkan kita semua untuk dapat menggunakan masa hidup ini sebaik-baiknya, karena kematian itu sangat dekat dengan kehidupan kita manusia. Karena itu kita harus segera memanfaatkan hikmah dan kelebihan bulan Sya’ban ini, karena kita belum tentu dapat memasuki bulan Ramadhan.

Coba kita bayangkan jika tampa kita sadari, mungkin sebentar lagi atau esok dan lusa, tiba-tiba maut menjemput kita!, dan kita belum memnfaatkan keutamaan Sya’ban samaksimal mungikin, kerena berpikir kita akan menyambut bulan Ramadhan, dan berencana baru mulai taubat serta beribadah di bulan Ramadhan, sementara ajal menjeput??

Hadirin Yang dimuliakan oleh Allah...

Mari kita renungkan, dan betapa banyak saudara-saudara kita yang di jemput oleh maut di bulan Sya’ban ini, siapa sangka orang terdekat, sahabat, tetangga kita, yang masih muda dan sehat, tiba-tiba ajal memanggilnya. Padahal secara kasat mata, kita berpikir mereka pasti akan berjumpa dengan bulan Ramadhan, tetapi sebaliknya Allah mendatangkan kematian kepadanya.

Disisi lain, ada saudara kita yang sangat ta’at pada Allah, senantiasa beribadah, berbuat baik, bahkan kebaikannya meliputi kita semua, beliau gemar menolong sesama, mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ramadhaan yang agung, tapi siapa sangka, Allah terlebih dahulu menjemputnya di bulan Sya’ban ini.

Artinya, siapapun kita, apapun kedukan dan kedaan saat ini, tidak menjamin kita dapat berjumpa dengan bulan Ramdhan, untuk itu, pada momentum keagungan bulan Sya’ban ini, mari terus berlomba-lomba meningkatkan takwa dan ubudiyah kepada Allah SWT.

Lantas apa yang menjamin kita tidak akan mati sekaran, esok atau lusa?

Tanyakan pada diri kita masing bermasing, kenapa belum menyadari maut sudah disamping?

Mengapa kita tidak memanfaatkan bulan sya’ban yang istimewa ini, padahal Allah sudah memberikan kesempatan terbaik ini, Allah memberikan kita kesehatan, kesempatan, kelapangan untuk beribadah, tapi justru sebaliknya kita gunakan kejalan yang tidak dibenarkan oleh agama.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah...

Malaikat Maut tidak pernah bisa diajak kompromi, Malaikat Maut tak pernah peduli kita sudah siap atau belum, Malaikat Maut tidak pernah peduli kita sedang melakukan apa, kita lagi dimana, usia kita berapa, Malaikat Maut tidak pernah peduli pangkat dan jabatan kita apa, esalon berapa, Malaikat Maut tidak pernah peduli kita orang kaya ataupun miskin, Malaikat Maut takkan pernah peduli kita keturunan dan marga siapa, jika Allah telah berkata “pulang” seketika itu juga nama yang dihormati berubah menjadi zenazah.

Sungguh kita tidak bisa berlari dari maut/ kematian, Allah SWT berfirman dam Al-Quran sebagai berikut;

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِقُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah :8).

Dipenghujung Sya’ban baraakah ini, kita masih sibuk menyiapkan diri untuk kepentingan duniawi semata, dan masih menyusun berbagai rencana untuk melengkapi keinginan-keinginan syahwat semata, dengan melupakan persiapan utama untuk beribadah di bulan sya’ban, lupa juga untuk menyambut tamu agung kita, yakni bulan Ramadhan, padahal ramadhan hanaya mampir sebualan saja ditengah-tengah umat, kemudian berangkat kembali dengan membawa kemenangan dan kemulian bagi hamba yang berungtung.

Jama'ah shalat Jum'at yang dirahmati Allah, disamping  bulan Sya’ban ini merupakn bulan persiapan kita menyambut tamu agung Ramdhan, mari kita sama-sama belajar menjadi manusia manusia yang bermanfa'at bagi orang lain, dan usahakan masing-masing kita menjadi manusia yang paling cerdas, Rasulullah saw bersabda:

فْضَلُ المُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَ أَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُا

Artinya “Orang Mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang Mukmin yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian, dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematiannya. Mereka semua adalah orang-orang cerdas (yang sesungguhnya).” (H.R. At-Tirmidzi)

Terakhir, Sebagai sebuah kesimpulan penyampaian khutbah kita pada hari yang berbahagian ini, mari sama-sama lengkapi persiapan kita. Siap untuk berjumpa dengan Ramadhan dan siap juga berjumpa dengan kematian, karna kita semua tidak pernah tau, yang mana terlebih dahulu sampai kepada kita, diantara keduanya. Jika kita sampai berjumpa dengan bulan Ramadhan, sambut ia dengan indah dan hati yang senang, manfaatkan sebaik mungkin, karena belum tentu kesempatan yang sama akan berjumpa kembali.

Sebaliknya jika kita terlebih dahulu berjumpa dengan kematian, jangan sempat kita menyesal kelak dihari kemudian, kerena seyokyanya kematian adalah istirahat bagi orang mukmin, bukan penyesalan, namun betapa banyak diantara kita, menyesal setelah mati, karena tidak dapat mempersiapkan amal yang baik selagi masih hidup dipermukaan bumi. Rasulullah saw bersabda:

موت الفجأة راحة للمؤمن وأخذة أسف للكافر

Artinya: "Kematian mendadak/seketika adalah istirahat bagi mukmin (orang beriman) dan penyesalan bagi orang kafir." (HR. Ahmad).

Semoga Allah memberikan kita semua, Taufiq dan hidayah-Nya, agar kita semua siap menyambut diantara keduanya, baik kematian ataupun bulan Suci Ramadhan. Amiin Allahhumma Amiin, amiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ

MASUK KHUTBAH KE-II...

Tuesday, June 6, 2023

MASJID GUDANG BULOH (Dari Gudang Serdadu Belanda, Menjadi Masjid Keramat).

MASJID GUDANG BULOH

(Dari Gudang Serdadu Belanda, Menjadi Masjid Keramat).

Oleh:

Tgk. Ilham Mirsal, S.Pd.I,. MA.

Khazanahacehnusantara: Jika berkunjung ke Nagan Raya, kurang lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Masjid Jamik Syaikhuna, sebuah Masjid yang terletak dijalan lintas Meulaboh-Tapaktuan, tepatnya terletak di Gampong Ujong Pasie, Kec. Kuala, Nagan Raya, Aceh. Masjid ini tidak jauh terletak dari Masjid Giok Nagan Raya yang di bangun sejak tahun 2010 dan diresmikan pada tahun 2022 silam.

Masjid Jamik Syaikhuna ini lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Masjid Gudang Buloh, Karena sejarah awalnya merupakan sebuah tempat yang digunakan oleh Serdadu Belanda ketika merekonstruksi jalan lintas Meulaboh-Tapaktuan lebih kurang abad 7 Masehi (1890-an). 

Gudang tersebut digunakan oleh Serdadu Belanda untuk menyimpan bahan material dan alat kerja, serta menjadi Kem tempat prajurit Belanda beristirahat. Seiring kekalahan Belanda di Meulaboh, gudang tersebut ditinggalkan begitu saja oleh para Serdadu Belanda pada tahun 1892 M.

Melihat kondisi gudang Sudah ditinggalkan oleh Belanda, oleh pemuka agama setempat memanfaatkan tempat tersebut untuk digunakan sebagai Masjid tempat beribadah, ketika itu masyarakat Ujong Pasie dan sekitarnya belum ada Masjid tempat beribadah, gagasan ini di inisiator oleh Tgk. Abdurrani atau lebih dikenal dengan sebutan Tgk. Putik (ulama), sejak itulah sejarah awal pembangunan Masjid Jamik Syaikhuna di mulai, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Masjid Gudang Buloh yang berarti GUDANG yang Terbuat dari BULOH (Bambu Runcing).

Sekilas masjid ini terlihat sama dengan kebanyakan Masjid lainnya di Aceh, namun ada keunikan tersendiri, selain lokasinya yang luas dan bersih, di komplek masjid tersebut terdapat banyak bangunan lainnya, ada asrama, musholla kecil, bak wudhu dan berbagai ornamen yang menjelaskan tapak tilas sejarah Masjid tersebut.

Masjid ini dibangun sangat indah dengan konstruksi arsitektur Timur Tengah, terdapat lima buah khubah melambangkan rukun Islam 5, empat buah kubah yang agak kecil terletak disampingnya, sementara khubah Besar terletak tepat ditengah masjid. Selain khubah masjid, juga terdapat sebuah menara yang melambung tinggi, kurang lebih 30 meter yang mempercantik kondisi masjid jika dipandang mata.


MASJID KERAMAT

Masyarakat sekitar sangat meyakini bahwa masjid ini Kharamah dalam logat Aceh dibaca dengan ejaan (Keuramat). Awal mulanya diyakini Keramat, karena peristiwa salah seorang warga setempat hilang saat menanam padi di sawah, sudah 3 hari 3 malam penduduk mencarinya tidak membuahkan hasil, secara spontan salah seorang warga bernazar (jika warganya di temukan maka akan di tunaikan nazar di masjid Gudang Buloh).

Setelah nazar (kaoy) tersebut di ikralkan, tidak lama selang waktunya, warga yang hilang tersebut ditemukan dengan selamat dalam kondisi sehat dan baik-baik saja, sejak peristiwa itu, hingga sekarang masyarakat meyakini Kharamah/ keramatnya masjid Buloh Gudang Nagan.

Keyakinan masyarakat setempat begitu melekat, hingga sekarang ritual NAZAR tersebut terus tumbuh dan hidup ditengah-tengah masyarakat Nagan Raya, hampir setiap hari ada saja masyarakat yang menunaikan nazarnya di Masjid Gudang Buloh, penulis mengamati terdapat beberapa panduan khusus tentang adab menunaikan nazar (Kaoiy) disini. Misalnya ada tulisan khusus bak air bagi pengunjung yang bernazar, terdapat caleng amal khusus untuk nazar, (caleng yang terpisah dengan caleng amal Masjid).

Selain itu juga sudah ada pemandu khusus yang disediakan oleh pihak masjid, yang menuntun tatacara menuaikan nazar. Penulis juga mengamati ada sebuah tiang masjid "khusus", tiang yang sudah diikat kain kuning, dan kain lainnya menandakan media menunaikan hajat, selain kain warna warni di tiang Tengah masjid, juga disediakan Kemeunyan (kemenyan) untuk di bakar, biasanya ada pemandu yang membantu menunaikannya seraya dibacakan doa-doa dan permohonan hajatnya.

Peristiwa ini tidak asing kita saksikan di masjid ini, masyarakat dari berbagai asal dan latar belakang hadir menunaikan hajatnya disini, ada yang membawa padi, buah, ayam dan kambing, di lokasi masjid sudah di sediakan kandang kambing kusus oleh panitia, dan juga tersedia dapur umum untuk masak kambing nazar.

Terlepas dari ritual dan keyakinan masyarakat Nagan Raya, bagi penulis semua masjid Kharamah tanpa kecuali, begitu juga dengan tradisi Nazar (kaoy) selama sesuai dengan tuntunan agama dan syar'i, apa salahnya, terpenting pemuka Agama di wilayah Nagan Raya mengawal serta mengajarkan tata cara bernazar dengan baik dan benar kepada umat, agar terjauh dari praktik syirik, nauzubillahi mindzalik. 

Terakhir, penulis merekomendasikan masjid Gudang Buloh sebagai salah satu tempat wisata religi di Nagan Raya dan Aceh, masjid yang penuh berkah ini sangat nyaman untuk beribadah serta aman untuk beristirahat sejenak bagi pelancong, selamat datang di Nagan Raya Aceh. (Ayah Ilham).


Friday, June 2, 2023

MASJID KUPIAH MEUKUTUB ATAU MASJID TEUKU UMAR KOTA BANDA ACEH

MASJID KUPIAH MEUKUTUB ATAU MASJID TEUKU UMAR KOTA BANDA ACEH

Penulis 

(Tgk. Ilham Mirsal, MA).

Jika merujuk pada sejarah awal pembangunannya masjid ini sudah memiliki usia 34 tahun, masjid ini memiliki 5 segi (sisi) dengan makna filosofisnya sebagai rukun Islam dan Pancasila, artinya ruh masjid yang mengandung dua unsur utama, yakni Spritual Religius dan nasionalisme, dengan harapan kelak menjadi pusat penyebaran Agama dan pemersatu Bangsa.

Anda tau kenapa Masjid Stui Kota Banda Aceh ini disebut dengan nama Masjid Teuku Umar atau Masjid Kupiah Meukutub? Berikut ulasan sejarah dan alasan penyebutan nama Masjid Musyahadah Stui Kota Banda Aceh.

Berbeda dengan Masjid lain di dunia, masjid ini memiliki arsitektur yang serat dengan budaya Aceh, melambangkan gaya kecehan yang kental dengan nilai perjuangan.

 Lalu terlintas dibenak para pengunjung apa  hubungan sejarah dengan sang pahlawan Nasional Teuku Umar, yang di poster resmi Gambar pahlawan Nasional menggunakan Kupiah Meukutub kas bangsawan Aceh.

Alasan Pertama, masyarakat menyebut Masjid ini dengan sebutan Masjid Teuku Umar, kerena Masjid ini terletak dijalan Teuku Umar, Geuceu Kaye Jatoe, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Karena terletak di jalan Teuku Umar maka masyarakat menyebutnya dengan sebutan Masjid Teuku Umar.

Alasan kedua, karena puncak masjid Baitul Musyahadah ini berbentuk Kupiah Teuku Umar, Kupiah khas bangsawan Aceh Tempoe Doeloe,, Kupiah ini melekat dengan sosok Teuku Umar karena gambar pahlawan Nasional Teuku Umar menggunakan Kupiah tersebut, karena itulah masyarakat menyebutnya dengan sebutan Masjid Teuku Umar.

Lantas kenapa disebut masjid Kupiah Meukutub? Dengan alasan yang sama, karena Masjid Baitul Musyahadah ini memiliki khas arsitektur Kupiah Meukutub, yaitu Kupiah bangsawan Aceh Tempoe Doeloe,, selain puncaknya yang memiliki khas Kupiah Meukutub, ada sejumlah rapleksi Kupiah serupa diberbagai pojok Masjid, diantaranya 4 buah Kupiah Meukutub digerbang masuk kiri dan kanan Masjid, di pintu masuk utama, serta di mi'rab utama masjid juga terdapat Bentuk Kupiah Meukutub khas Teuku Umar.

Selain nama diatas, masjid ini juga disebut Masjid Stui, nama masjid sebenarnya adalah Masjid Baitul Musyahadah.

Sejarah Pembangunan Masjid Teuku Umar.

Masjid ini dibangun 34 tahun silam secara swadaya oleh masyarakat sekitar, tepatnya tahun 1989 dengan nama Masjid Al-Ikhlas, kemudian 4 tahun kemudian, tepatnya tahun 1993 Masjid ini direnovasi ulang berbentuk khas tradisional Aceh, yakni Kupiah Meukutub, yang dipelopori oleh Cendikiawan atau Budayawan Aceh Prof. Dr. Ali Hasyimi, sekaligus merubah nama Masjid menjadi Baitul Musyahadah.

Jika merujuk pada sejarah awal pembangunannya masjid ini sudah memiliki usia 34 tahun, masjid ini memiliki 5 segi (sisi) dengan makna filosofisnya sebagai rukun Islam dan Pancasila, artinya ruh masjid yang mengandung dua unsur utama, yakni Spritual Religius dan nasionalisme, dengan harapan kelak menjadi pusat penyebaran Agama dan pemersatu Bangsa.

Masjid Baitul Musyahadah juga memiliki pekarangan yang luas, hampir 3 hektar,, dipojok pekarangan banyak terdapat ornamen bersejarah, terletak dipusat kota, mudah di jangkau, tentunya masjid ini menawarkan kenyamanan dan keamanan bagi para jama'ahnya, masjid terdiri dari dua lantai, mampu menampung ribuan jama'ah.

Diantara banyaknya masjid di kota Banda Aceh, penulis juga merekomendasikan Masjid Teuku Umar ini sebagai salah satu tujuan wisata religi di Nanggroe Aceh Darussalam. 

Apa lagi pada hari Jum'at, masjid ini banyak para dermawan yang membagikan makanan selepas shalat Jum'at, kami melihat sudah menjadi tradisi bagi jamaah tetap masjid Baitul Musyahadah, masyarakat Sekitar, para saudagar kaya, hartawan serta para dermawan membawakan makanan setiap Jum'at untuk dibagikan pada para jamaah, selamat berkunjung ke Masjid masyarakat kota Banda Aceh. Wassalam (Ayah Ilham).

Tuesday, February 14, 2023

MAKAM SYIK AWE ACEH BESAR, JEJAK ULAMA ACEH TEUKU SYIK AWE.

JEJAK ULAMA ACEH, SYIK AWE DI ACEH BESAR, MAKAM SYIK AWE ACEH BESAR.

Oleh: Ilham Mirsal 

Kunjungan Habib Abdurrahman Al-Yamani di Makam Syik Awe.

Khazanahacehnusantara: Syik Awe merupakan tokoh penyebar Agama di wilayah Aceh Besar, Khususnya diwilayahnya Kecamatan Darul Imarah, tidak ditemukan reverensi yang jelas tentang nasab lengkap beliau, baik itu nama aslinya, asal dan keturunannya, namun masyarakat sekitar dari turun menurun meyakini bahwa beliau merupakan tertua di Gampong Lamblang Manyang dan sekitarnya.

Mantan Kepala Kemukiman Masjid Leu Darul Imarah Aceh Besar menjelaskan bahwa, kuburan Syik Awe yang sekarang terletak di Kompleks Dayah Raudhatus Sa'adah ini sudah ada jauh sebelum kecamatan Darul Imarah terbentuk, masyarakat sekitar meyakini beliau tokoh agama yang menyebarkan Islam pada awal-awal Islam bertapak di Aceh.

Sudah menjadi keyakinan bagi masyarakat sekitar dan Cerita asal muasal makam tersebut diwarisi dari generasi kenerasi berikutnya, dengan sebutan nama Syik Awe sebagai seorang Ulama.

Kini kondisi makam makin terawat, seiring lokasi makam tersebut berubah menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam, yakni sebuah Dayah yang diberi nama Dayah Raudhatus Sa'adah Syik Awe, nama Akir dari Dayah dinisbahkan Kepa Syik Awe sebagai tabarruk untuk keberkahan dan penghormatan bagi beliau yang telah berdedikasi dalam menyebarkan Islam pada awal abad kemunculan Islam di Aceh.

Seiring berkembangnya Dayah Raudhatus Sa'adah Syik Awe, Makam beliau (Syik Awe) sekarang tidak sepi dari kegiatan keagamaan, suara anak-anak yang mengaji, suara azan dan doa dan aktivitas zikir lainnya selalu mengumandang disekitar makam, belum lagi kondisi makam yang selalu terjaga dan bersih, semoga menjadi doa dan kebaikan terhadap Syik Awe tersebut.

Selain aktivitas keagamaan santri, makam Syik Awe pun sudah banyak sekali di ziarahi dan di doakan oleh Ulama Besar, baik Ulama karismatik Aceh dan Ulama nasional dan internasional, informasi dari Pimpinan Dayah Raudhatus Sa'adah Syik Awe, Abi Irzaban M. Basri, makam Syik Awe sudah pernah didatangi oleh Ulama Besar Aceh, seperti Abu. Daud Al-Yusufy, Waled Bakongan, Abu MUDI, Abu Faisal MPU, serta Ulama Internasional asal Yaman, yakni Habib Abdurrahman cucu Baginda Nabi Besar Muhammad Saw.

Syik Awe sebagai Ulama, kini makamnya terletak disebuah Raudhah (Kebun Ilmu Agama), yang ditakdirkan oleh Allah, tanah tempat beliau dimakamkan, menjadi sebuah kebun dimana para para Anak-anak sedang berjuang di jalan Allah, berjuang mendapatkan keridhaan Allah dengan tekun belajar Agama, semoga setiap aktivitas keagamaan menjadi zikir yang pahalanya terlimpahkan pada Alm Syik Awe. Amin ya Allah amiin.(AY)

Sunday, February 5, 2023

Sumur Wakaf H. Faisal Dahlan untuk Dayah Raudhatus Sa'adah Syik Awe Lamblang Manyang

Aceh Besar: H. Faisal Dahlan asal Gampong Lamblang Manyang, Darul Imarah, Aceh Besar mewakafkan sebuah sumur untuk para santri menuntut ilmu di Dayah Raudhatus Sa'adah Syik Awe. Terlihat pengerjaan penggalian sumur dikomplek Dayah sedang berlangsung.

Sebelumnya, kompleks putra Dayah RDH Syik Awe menumpang air pada sumur milik warga untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk mandi, menyuci dan berwudhu. Alhamdulillah berkat bantuan H. Faisal kini di komplek putra sudah memiliki sumur sendiri milik Dayah.

Tgk. Muhammad ketua umum Dayah RDH Syik Awe selaku koordinator yang bertanggungjawab dalam pengerjaan sumur tersebut menyampaikan rasa syukur atas kehadiran sumur ini, walau airnya masih kurang maksimal, namun kehadiran sumur ini sangat bermanfaat bagi para santri, insyaallah menjadi amal terbaik bagi yang mewakafkannya, mewakafkan sumur menjadi amal yang tidak terputus dan pahalanya terus mengalir bagi pemiliknya.

"Barang siapa yang menggali air (sumur), maka makhluk siapapun dari kalangan jin, manusia bahkan burung yang meminum darinya, Allah akan memberikan pahalanya yang terus mengalir sampai hari kiamat” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Lebih lanjut Tgk. Muhammad atau yang akrab disapa Abi Razi ini mengutip hadits Thabrani:

"Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya dan orang mukmin akan bernaung di bawah bayang-bayang sedekahnya”. (HR. At-Thabarani).

Atas nama keluarga besar Dayah Raudhatus Sa'adah Syik Awe, kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh simpatisan yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam menyukseskan proses pendidikan di Dayah RDH Syik Awe, semoga menjadi amal kebaikan kelak di Yaumil Akir. Amin ya Allah amiin. (AY).

Sunday, January 8, 2023

RSU MEURAXA (Sepenggal Catatan Keluarga Pasien Anak)

 RSU MEURAXA

(Sepenggal Catatan Keluarga Pasien Anak).

Tanggal 24 Agustus 2022, kami putuskan merawat putri kami Saidatul Nafisa Ilham di RSU Meuraxa Kota Banda Aceh, karena demam, sakit telinga dan sering sakit perut. Masuk melalui IGD, pada pagi Rabu 24 Agustus 2022, pukul 9.30.

Nama RS ini sudah sering kami dengar, dan juga sering mengunjungi kerabat yang di rawat disini, terakir RSU Meuraxa banyak diopinikan oleh masyarakat sekitar pelayanannya agak mengecewakan. 

Salah seorang tetangga kami mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan anak mereka yang dirawat di Meuraxa, katanya tidak memuaskan dan kecewa, tetangga lain bahkan sengaja menyampaikan kepada istri kami, "kenapa bawa anak ke Meuraxa kak, disana pelayanannya tidak bagus"; kami hanya menjawab pilihan Meuraxa karena dekat, mudah dijangkau.

Berangkat atas dasar beberapa ungkapan kekecewaan tersebut kami ibdak bil-Bismillah... Seraya terus membuktikan terhadap asumsi yg dialami oleh beberapa orang yang sudah mendapatkan layanan dari RSU Meuraxa.

Perlakuan berbeda, sejak pertama datang di IGD kami disambut oleh petugas (scurity) seraya menyapa, "siapa yang sakit pak?" Saya jawab anak kami, "silakan masuk pak, anaknya dibawa masuk oleh ibu, bapak parkir motor di bawah ya, tutur sang petugas".

Setelah masuk, kami diantar sampai ke ranjang pasien, beberapa orang datang melayani, kemudian datang dokter umum, memeriksa kondisi pasien, dan memberikan beberapa tindakan serta menyarankan agar anak kami dirawat untuk mendapatkan perawatan medis yang intensif dari dokter ahli.

Demi kesehatan sang putri, kami langsung meng iyakan saran dokter, selama di IGD sampai beberapa kali mendapat layanan dan pemeriksaan, petugas kesehatan silih berganti terus menanyakan berbagai hal terkait penyakit Putri kami, 

Tidak lama kemudian dapat pemberitahuan anak kami akan di periksa keruang THT, petugaspun datang mendorong Putri kami dengan menggunakan kursi roda menuju THT.

Sesampai disana terjadi hal yg jauh diluar prediksi, bahkan diluar apa yg diopinikan oleh beberapa orang tetangga kami, bukan hanya tindakan yang baik, tapi layanan dan keramahan sang Dokter yang sudah agak sepuh itu, membuat kami sangat tenang, seakan beban serta sakit hilang begitu saja, sikap percaya dan yakin terhadap dokter pun tumbuh begitu saja, saat keluar saya langsung menelpon sang istri, "umi Dokter THT ini sangat luar biasa", dan ucapan yang sama juga saya sampaikan pada petugas yg mendorong kursi roda anak kami (yg asalnya dari Peulanggahan).

Hampir sore hari kami masih saja diruang IGD, kami hanya ikuti proses saja, berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jika di RS saya sering jemput bola dan banyak tanya, kali ini saya terasa nyaman dan mengikuti alur, apa lagi layanan di IGD juga baik, sesekali datang unsur pimpinan RS yang menyapa dengan ramah, salah satunya yg saya ingat Bapak Saifuddin yang belakangan posternya tertempel diruang inap At-Tin tempat anak kami dirawat, ternyata beliau Ka.Subbag Humas dan Pemasaran RSU Meuraxa.

Malam hari kami dipindahkan ke ruang inap At-Tin, serta mendapatkan layanan dan pengawasan dari petugas yg bertugas disana, tampaknya juga berjalan normal, petugas sering masuk memeriksa kondisi infus dengan ramah, walau kadang ada sebagian yg terkesan agak tegas (mirip intonasi marah) tapi buka marah,, begitu juga dengan obat, petugas datang mengingatkan agar tidak lupa di konsumsi oleh pasien.

SUASANA RUANG INAP AT-TIN 

Kamarnya terasa agak sempit, tapi ini hanya kendala fasilitas, karena jumlah Pasie belakangan memang agak membludak, karena lagi musim demam, namun jauh terasa luas dibandingkan kamar kelas 3 di RS lain, yang terakhir saya kunjungi kerabat yg lagi di rawat di RS Batoh dan Stui (nama RS tidak disebutkan), kamar kelas 3 nya jauh lebih sempit.

MENGINAP MALAM KE-1

Malam ke-1, hampir saja saya dan anak mengeluh, luar biasa banyaknya nyamuk, tidak bisa tidur, mau keluar beli raket nyamuk kondisi diluar hujan lebat, terlintas dibenak, besok mau minta izin pulang saja,, kondisi ruangan pun panas, padahal diluar sedang hujan, frekuensi tidur malam itu sangat minim, jika dipersentase hanya 40% saja.

Esok hari niat pulang batal begitu saja, dikalahkan dengan pelayanan yg baik, serta perkembangan kesehatan anakpun jauh lebih baik, boleh dikatakan sudah sehat 75%, kerena itu coba bersabar saja dengan kondisi yg ada, ada kelebiy pasti pula ada kurangnya, tekat kami bulat melanjutkan perawatan.

MENGINAP MALAM KE-2

Antisipasi banyak nyamuk, agar dapat tidur dan beristirahat di malam kedua, pukul 5 sore saya tutup semua jendela dan pintu ruang At-Tin, jika ada yg terbuka, saya ajak keluarga pasien lain membantu menutupinya, hasilnya sangat efektif, malam itu tidak ada nyamuk, tidur nyenyak, ternyata faktor nyamuk hanya karena pintu dan jendela ruang inap masih terbuka sampai waktu magrib,, penanganannya sangat sederhana, hanya kesadaran bersama, saling menjaga, untuk itu, jika boleh menyarankan (PETUGAS AGAR SETIAP SORE MEMBERIKAN INSTRUKSI PADA KELUARGA PASIEN AGAR PINTU DAN JENDELA DITUTUP SETIAP SORE, UNTUK KENYAMANAN BERSAMA, TENTU UNTUK KESEHATAN PASIEN, TERHINDAR DARI NYAMUK).

PENYEBAB PANASNYA RUANGAN 

🤣😂😭🤔😎🙈 Hahahaha hahahaha,, saya jadi tersenyum dan tertawa sendiri setelah mengetahui penyebab panas ruangan, ternyata ada keluarga pasien yg tidak bisa tidur karena dinginnya AC,, jadi mereka mematikan AC, dan menyembunyikan remote AC nya...🙏😂🤣

Saran, hal kecil, tapi menjadi perhatian kita juga, (SEBAIKNYA PETUGAS JUGA MEMANTAU KONDISI RUANGAN, AC, LAMPU,. DAN JAM ISTIRAHAT AGAR TIDAK RIBUT LAGI).

Malam kedua ini ada petugas baik yang mengimbau agar tidak ribut lagi diruangan, tamu untuk keluar sudah pukul 10.00, dan seketika ruangan jadi hening semua dapat beristirahat dengan nyaman.

MENGINAP MALAM KE-3.

Pengalaman malam ke-2, membuat kami nyaman, malam ke-3 kami putuskan menginap di RS semua, istri dan dua anak kami yg lain, Satu keluarga menginap di RS, kondisi sejuk dan tidak bernyamuk, dimeja petugas juga disediakan baigon semprot serta pewangi ruangan.

Sedikit insiden di malam ke-3, berbeda dengan malam ke-2, petugas mengingatkan keluarga pasien dan pengunjung agar tidak ribut, serta mematikan lampu sudah jam istirahat. Petugas malam ke-3 malah mereka yg ribut, dan berbicara ria, saling bercerita sesama petugas yang menggangu pasien dan keluarganya.

Kami hampir saja komplain ke nomor komplain yang ditempel di dinding, tapi sang istri melarangnya, biarkan saja, mungkin mereka lagi bahagia katanya,..🙄😀 ... Akhirnya kami sesama pasien hanya berbisik-bisik mengeluhkan suara mereka yg sedang bercerita...🌙😴😴

PENILAIAN UMUM

Secara umum memang kondisi RSU Meuraxa terlihat kusam, amatan kami mungkin sedang proses pembangunan, penambahan gedung dan lainnya, sehingga membuat kondisi sedikit tidak tertata, sisi lain juga cat bangunan RSU Meuraxa terlihat kusam, faktor usia, yang sudah perlu dibenah kembali, atau di cat ulang.

KEBERSIHAN

Kebersihan fasilitas secara umum baik, tapi perlu penjagaan dan peningkatannya, petugas sudah sudah bekerja maksimal, mungkin kenda kekurangan tenaga membuat mereka sedikit mengeluh, misalnya petugas ruang At-Tin yg membersihkan pagi hari, sempat kadang-kadang terdengar (merepet) " Han habeh-habeh sampah"... Bla bla..

Solusinya saya sepakat dengan Alm. Mawardi Nurdin (Walikota Banda Aceh), ditambahkan saja personel kebersihan, serta perbanyak juga fasilitas sampah, dengan ini insyaallah RSU Meuraxa akan menjadi RS Terbersih di Aceh, amin.

APAKAH PELAYANAN RSU MEURAXA SUDAH BAIK??

Tentu survei kecil yang saya lakukan belum mencukupi menjadi instrumen sebuah penelitian, namun beranjak pada asumsi awal yang disampaikan oleh tetangga, hal ini terpatahkan, karena yg mereka alami tidak kami alami, secara pribadi kami justru puas dengan pelayanan RS Meuraxa, dan insyaallah menjadi RS pilihan kedepannya.

Survei atau amatan pribadi ini hanya berkisar di IGD, THT, ruang At-Tin, Ruang USG, laboratorium, mushalla dan parkir.

Persentasenya sangat sedikit, bahkan saya tidak menanyakan pendapat keluarga pasien lain sesama ruangan At-Tin, tapi saya tidak juga mendengar keluhan dari mereka, 

Tentu sebuah pelayanan tidak memuaskan semua pihak, apa lagi manusia satu dan lainnya berbeda latar belakang, berbeda selera, berbeda karakter dan perbedaan lain yg sulit kita samakan.

Bagi kami sekeluarga, RS Meuraxa sudah melakukan pelayanan dan melayani dengan baik, walau ada sebahagian oknum petugas yg belum ikhlas melayani, tapi ini hanya bahagian kecil, karena sebuah profesi atau pekerjaan tanpa diiringi dengan semangat ikhlas juga akan sia-sia, namun bagi orang yg melayani dengan ikhlas, menjadikan tugas sebagai pengabdian maka akan mendapat keberuntungan kelak.

"Betapa banyak Pekerjaan Dunia, kemudian menjadi amal akhirat karena sebuah niat, namun sebaliknya betapa banyak perbuatan akhirat akan menjadi pekerjaan dunia (tidak mendapat balasan) juga karena sebuah niat". (Al-Hadits).

MASUKKAN UMUM

Saya berharap apa yang sudah dicapai oleh RS. Meuraxa terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi, berharap RS Meuraxa menjadi yang terbaik, dengan memunculkan ikon tersendiri, baik warna, ruh, kas keacehan, keislaman serta kualitas mutu terbaik.

- Untuk Kebersihan ditambahkan personelnya.

- petugas ruangan peka terhadap pasien, anggab sebagai tamu dirumah, saudara sendiri, yg perlu pelayanan dan perhatian.

- ada petugas keliling yang mengingatkan kebersihan, memberi pengumuman waktu shalat, waktu istirahat, dan lainnya.

- tersedia caleng amal di setiap rungan, yg kemudian digunakan sebagai santunan keluarga besar RS Meuraxa. (Dekat caleng di tempelkan hadits tentang hikmah bersedekah untuk kesembuhan, hadits kelebihan sadaqah sebelum shubuh, dan hadits lainnya Tetang dahsyatnya sadaqah.

- tarif parkir agak mahal, tapi ini relatif, semoga pengawasannya ketat, dan uang parkir masuk ke kas yg tepat.

- ada spiker ruangan yg terhubung kebidang kerohanian RS, yang bisa memutarkan rekaman kerohanian, baik rekaman Alquran, shalawat, doa, dll.

- Spiker pengumuman yg mengingat keluarga pasien menjaga kebersihan, ketertiban, dll.

- ada modul, atau bahan bacaan terkait RSU Meuraxa

Tentu ini hanya sebuah harapan dari keluarga pasien biasa, Pasien kelas 3, dengan harapan bermanfaat, harapan, harapan dan banyak harapan agar RSU Meuraxa menjadi yg terbaik.

TERAKHIR

Alhamdulillah dengan izin Allah, putri kami sudah sembuh, sehat kembali, pulang dengan senyum, atas usaha para pahlawan kemanusiaan di RSU Meuraxa, atas jasa orang-orang hebat yang bekerja ikhlas, semoga Allah balas semua kebaikan, Allah gantikan dengan rahmat-Nya,dengan kesehatan, umur panjang, serta Rezki yang berkah, kelak menjadi penghuni Jannah Firdaus. amin ya Allah amiin.

TTD. Keluarga Besar Saidatul Nafisa Ilham (Pasien Kelas 3, Kamar At-Tin)

Tulisan ini hanya pengganti Mengisi kotak saran yg tersedia. (AY)