Khutbah Jumaat 2026: "Rabiul Awal, Refleksi Kemerdekaan, dan Bekal Pertanggungjawaban"
Oleh: Tgl. Ilham Misal, MA
Khotbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Sidang Jumat yang Dirahmati Allah,
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ahlan wa sahlan ya Rabiul Awal... Selamat datang bulan kelahiran Rasulullah SAW yang ke-1501 menurut penanggalan Hijriah (atau ke-1455 Masehi), dan bulan yang mengingatkan kita pada 1437 tahun wafatnya beliau secara Hijriah (atau 1394 Masehi).
Assalamu’alaika ya Rasulullah...
Assalamu’alaika ya Habibullah...
Assalamu’alaika ya Nabiyullah...
Sidang Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Pada bulan Rabiul Awal ini, kita baru saja memperingati hari perdamaian Aceh yang ke-21 tahun, sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Momentum ini berkumpul pada bulan kelahiran junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW. Ini merupakan nikmat besar yang sepatutnya kita syukuri sebagai anugerah agung dari Allah SWT.
Bagaimanakah cara kita mensyukurinya?
Rasulullah SAW adalah tokoh perdamaian dunia yang mengajarkan kita untuk hidup rukun dan damai. Islam adalah agama yang membawakan kedamaian (rahmatan lil 'alamin). Rasulullah SAW juga merupakan sosok yang sangat mencintai kemerdekaan, hingga beliau memperjuangkan kesetaraan dan mengikis habis perbudakan dari muka bumi.
Sebagai pengikutnya, menjaga kedamaian antar sesama dan mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa ini merupakan bagian nyata dari menghidupkan sunnah-sunnah beliau.
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Dalam menyambut dan memuliakan bulan kelahiran Rasulullah SAW, ada 3 golongan manusia dalam mengekspresikan cintanya:
1. Golongan Pertama: Merekalah yang menyisihkan hartanya, menyajikan makanan, dan membagikannya kepada sesama melalui momentum kenduri maulid sebagai bentuk rasa syukur.
2. Golongan Kedua: Golongan yang memiliki tingkatan cinta lebih tinggi. Selain menyiapkan kenduri, mereka senantiasa membasahi lidah dan hatinya dengan shalawat, mengukir rasa mahabbah (cinta) melalui bait-bait pujian dan syair kenabian.
3. Golongan Ketiga (Tertinggi): Golongan yang memadukan kedua hal di atas dan melengkapinya dengan senantiasa menegakkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Apapun yang diperintahkan beliau akan dikerjakan, dan apapun yang dilarang akan ditinggalkan. Golongan inilah yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Melalui momentum maulid tahun ini, marilah kita bertadabbur atas sebuah sabda Rasulullah SAW tentang pertanggungjawaban umur dan nikmat hidup kita kelak di padang mahsyar. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ
Artinya: "Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang 4 perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan ke mana ia belanjakan, serta tentang ilmunya bagaimana ia amalkan." (HR. Tirmidzi)
1. Umur yang Diberikan Digunakan untuk Apa?
Umur adalah modal utama manusia. Allah SWT berfirman:
"Apakah Kami tidak memperpanjang umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir?" (QS. Fatir: 37)
Kisah Teladan: Sahabat Umar bin Abdul Aziz rahimahullah memanfaatkan umurnya tanpa henti untuk melayani umat. Ketika diminta istirahat sejenak, beliau menjawab: "Jika aku tidur di siang hari, aku menelantarkan rakyatku. Jika aku tidur di malam hari, aku menelantarkan hubunganku dengan Allah. Bagaimana mungkin aku bisa tidur?"
2. Masa Muda Dihabiskan untuk Apa?
Masa muda adalah puncak kekuatan fisik dan pikiran.
Kisah Teladan: Usamah bin Zaid r.a. dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk memimpin pasukan perang yang memuat sahabat-sahabat senior seperti Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. saat usianya baru 18 tahun. Masa muda pengikut Rasulullah digunakan untuk mengukir sejarah dan membela kebenaran, bukan disia-siakan dalam kelalaian.
3. Ilmu yang Dimiliki Digunakan untuk Apa?
Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat dan berlindung dari ilmu yang tidak berguna.
Kisah Teladan: Imam Ahmad bin Hanbal r.a. rela dipenjara dan disiksa demi mempertahankan kebenaran ilmu aqidah Islam. Bagi beliau, ilmu adalah amanah agama yang harus dijaga dan diamalkan, bukan sekadar alat mencari kedudukan duniawi.
4. Harta Didapatkan dari Mana dan Digunakan untuk Apa?
Satu-satunya pertanyaan yang membutuhkan dua jawaban pada hari kiamat adalah mengenai harta: sumbernya dan penggunaannya.
Kisah Teladan: Abu Bakar Ash-Siddiq r.a. mendonasikan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam. Ketika Rasulullah SAW bertanya, "Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?" Beliau menjawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya." Harta yang bersih dan diinfakkan di jalan Allah akan menjadi naungan di hari kiamat.
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Marilah kita jadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk mengevaluasi diri (muhasabah), menjaga kedamaian, mengisi kemerdekaan dengan hal bermanfaat, serta mempersiapkan jawaban terbaik atas 4 pertanyaan di hari kiamat kelak.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.
فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ.
اللَّهُمَّ أَدِمِ الأَمْنَ وَالسَّلاَمَ فِي بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَا وَفِي بَقَاعِ الأَرْضِ كُلِّهَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

No comments:
Post a Comment