KHUTBAH JUMAT: ISRA’ MI’RAJ DAN PERBAIKAN SHALAT KITA.
Oleh: Tgk. Ilham Mirsal, MA
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِأَشْهُرٍ حُرُمٍ عِظَامٍ، وَجَعَلَ الصَّلَاةَ مِعْرَاجًا لِلْمُؤْمِنِ إِلَى رَبِّ الْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin Sidang Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Puji dan syukur kita persembahkan ke hadirat Allah SWT yang telah memperjalankan waktu hingga kita kembali berada di bulan Rajab yang mulia. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Rasul yang telah menembus tujuh lapis langit demi membawa risalah agung bagi umat manusia.
Hadirin yang Dirahmati Allah,
Setiap kali bulan Rajab menyapa, ingatan kita selalu tertuju pada satu mukjizat besar, yaitu Isra’ Mi’raj. Sebuah perjalanan melintasi ruang dan waktu, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 1:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami..."
Jamaah yang Berbahagia,
Mengapa peristiwa ini sangat penting dalam khutbah kita hari ini? Karena di bulan Rajab inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah Shalat Lima Waktu. Berbeda dengan ibadah lain seperti zakat, puasa, atau haji yang perintahnya cukup turun melalui malaikat Jibril, perintah shalat mengharuskan Nabi SAW "menghadap" langsung kepada Allah.
Ini menunjukkan bahwa shalat adalah inti dari segala ibadah. Jika bulan Rajab adalah bulan menanam, maka benih paling utama yang harus kita tanam adalah perbaikan kualitas shalat kita.
Ada tiga hal yang perlu kita renungkan mengenai shalat kita di bulan Rajab ini:
1. Shalat adalah Mi'rajnya Orang Beriman
Sebagaimana Nabi SAW melakukan Mi'raj bertemu Allah, para ulama menyebutkan: Ash-shalaatu mi'raajul mu'miniin (Shalat adalah mi’rajnya orang-orang beriman). Saat kita bertakbir Allahu Akbar, kita seharusnya meninggalkan dunia di belakang punggung kita dan menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah. Sudahkah shalat kita menjadi tempat beristirahatnya jiwa, ataukah hanya sekadar beban rutinitas?
2. Shalat sebagai Benteng Akhlak
Dunia hari ini penuh dengan fitnah dan kemaksiatan yang luar biasa. Allah menjanjikan dalam Al-Qur'an:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45).
Jika kita sudah shalat namun masih gemar berbuat maksiat, masih suka memfitnah, atau masih berani memakan harta yang haram, maka ada yang salah dengan "ruh" shalat kita. Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki gerakan dan kekhusyukan shalat tersebut.
3. Shalat adalah Kunci Keberkahan Hidup
Banyak orang mengeluh rezekinya sempit, keluarganya tidak harmonis, dan hatinya tidak tenang. Di bulan Rajab ini, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kunci ketenangan adalah shalat. Beliau pernah bersabda kepada Bilal bin Rabah: "Ya Bilal, arihnaa bish-shalaah" (Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat).
Hadirin yang Dimuliakan Allah,
Jangan biarkan Rajab berlalu hanya dengan peringatan seremonial semata. Mari kita buktikan cinta kita kepada Nabi SAW dengan memperbaiki hubungan kita kepada Allah melalui jalur shalat. Jadikan shalat berjamaah di masjid sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban yang terpaksa.
Semoga di bulan Rajab yang mulia ini, Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu, memberkahi setiap sujud kita, dan menyampaikan usia kita hingga ke bulan Ramadhan dalam keadaan iman yang semakin kuat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa. Ingatlah, Rajab adalah salah satu waktu di mana doa-doa diijabah oleh Allah SWT. Mari kita memohon agar hati kita dilembutkan untuk senantiasa taat dan dijauhkan dari kelalaian.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

No comments:
Post a Comment